
Kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dalam tubuh manusia, sukar disembuhkan dan bersifat fatal. Se4cara global angka kejadian kanker sekitar 5-20 % dan sebagai penyebab kematian utama termasuk stroke dan penyakit jantung. Di Indonesia kanker merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan stroke. Pengobatan kanker memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga keluarga maupun pemerintah sangat berat memikul beban tersebut. Penyebab terjadinya kanker belum diketahui dengan pasti, namun yang pasti adanya faktor genetik (herediter) dan dicetuskan oleh faktor lingkungan. Banyak faktor lingkungan yang diduga kuat sebagai faktor pencetus kanker seperti rokok, alkohol, radiasi, bahan kimia, pola makan, dan banyak lagi. Bila faktor pencetus tersebut dapat dikendalikan maka kanker dapat dicegah, setidaknya dapat menurunkan angka kejadian kanker. Tidak ada pengobatan kanker yang memuaskan, pengobatan kanker bertujuan untuk mengontrol pertumbuhan atau mematikan sel kanker tanpa mengganggu kelangsungan hidup dan fungsi sel sehat lainnya. Jenis pengobatan kanker yang digunakan sampai sekarang ini adalah pembedahan, penyinaran (radioterapi), obat-obatan pembunuh sel kanker (kemoterapi), obat yang meningkatkan daya tahan tubuh (imunoterapi), pengobatan dengan hormon dan pengobatan dengan tumbuhan. Namun angka kematian masih sangat tinggi.
Kanker menjadi masalah kesehatan secara global karena angka kematiannya sangat tinggi, namun bila diketahui secara dini kanaker dapat dicegah. Namun sering kali baru diketahui pada fase lanjut sehingga sukar ditangani.
Selain menyebabkan penderitaan pada pasiennya keluarga juga sangat menderita oleh karena itu penanganan kanker hendaknya secara terpadu dan holistik. Sayangnya penanganan kanker di Indonesia khususnya di Bali masih belum memenuhi harapan.
Pasien yang menderita kanker selain menderita secara fisik juga menderita secara sosial, psikis bahkan spiritual. Oleh karena itu penanggulangan kanker secara terpadu dan holistik hendaknya melibatkan seluruh komponen masyarakat, karena kebutuhan pasien kanker sangat komplek, kebutuhan akan bebas nyeri, kebutuhan untuk diperhatikan, kebutuhan akan dukungan psikologis dan kebutuhan akan bimbingan spiritual. Untuk membantu penderita kanker secara menyeluruh diperlukan upaya yang serius dan peran masyarakat maupun keluarga sangat penting artinya. Untuk itu perlu pemberdayaan masyarakat dan keluarga.
Berangkat dari keprihatinan tersebut serta belum tersedianya komunitas pasien kanker yang dapat menampung kebersamaan dan berbagi pengalaman untuk saling menguatkan antar pasien, kurangnya pengetahuan masyarakat guna mencegah penyakit kanker, dan kurangnya kepedulian kepada pasien kanker yang dapat memberikan keceriaan, kebahagiaan dan semangat bagi para pasien, maka beberapa orang dan lembaga yang kami himpun berniat untuk mendirikan sebuah yayasan sosial yang diharapkan dapat membangkitkan semangat persaudaraan dengan memiliki kepedulian kepada pasien, dan membantu program pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat lainnya dalam penanggulangan kanker secara terpadu dan holistik. Kami menghimpun diri dalam Yayasan Mitra Peduli Kanker (YMPK) dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kanker dengan berbagai kegiatan.